powered by Google

Jadwal Acara ke Teknopark

Friday, May 20, 2011

Teman-teman,



Berikut ini jadwal acara kita, yang terdiri dari Acara Santai di Solo dan Acara Utama di Kalasan.
Jadwal ini sebenarnya sudah pernah dikirim ke milis Senyum-ITB, tetapi karena banyak yang kelewatan, saya unggah saja ke blog ini.
Sampai jumpa di Solo dan Kalasan.



ACARA SANTAI

Rabu, 25 Mei 2011
13.00 - 14.00 : Check-in di Rumah Turi, Solo
14.00 - 16.00 : Jalan-jalan naik andong / becak keliling Solo
16.00 - 20.00 : Melihat pertunjukan di Sriwedari
20.00 - selesai : Wedhangan dan ngobrol-ngobrol

Kamis, 26 Mei 2011
06.00 - 09.00 : Bersepeda pagi
09.00 - 20.00 : Acara rekreasi yang kita buat bersama dengan Mas Nurhasan Akbar EL82


ACARA UTAMA

Jumat, 27 Mei 2011
08.00 - 09.00 : Berangkat dari Solo ke Kalasan
09.00 - 09.30 : Pembukaan dan rehat kopi
09.30 - 10.30 : Peninjauan pabrik
10.30 - 11.00 : Peninjauan Sentra Pengembangan industri kecil
11.00 - 12.00 : Peninjauan Teknopark
12.00 - 13.00 : Sholat Jumat
13.00 - 15.00 : Makan siang dan diskusi
15.00 - 16.00 : Jalan-jalan ke Petilasan Ratu Boko dan Prambanan
17.00 - 22.00 : Check-in hotel dan jalan-jalan di Yogya

Sabtu, 28 Mei 2011
Kembali ke kota masing-masing


Sampai jumpa di Solo dan Kalasan.

Read more...

Mampir beli es krim di Massimo, Sanur

Monday, May 16, 2011

Seperti biasa sehabis dijemput dari sekolahnya, Diandra, putri kami, menanyakan apakah dia boleh membeli es krim.
Kadang-kadang kami tidak menyetujui, kadang-kadang kami juga menyetujui.

Nah, inilah foto ketika Diandra sedang memilih es krim kesukaannya di Massimo, restoran Italia di Sanur, Bali. Kalau tidak salah ini foto sekitar th 2009.



Foto 1: Diandra sedang memilih rasa es krim kesukaannya


Foto 2: Diandra sedang memilih rasa es krim kesukaannya


Foto 3: Suasana di seberang jalan


Foto 4: Diandra memesan rasa es krim kesukaannya

Read more...

Kita akan mencoba Rumah Turi, Solo


Latihan gejok lesung di Rumah Turi, Solo



Pagelaran wayang kulit oleh dalang 7 th di Rumah Turi, Solo





View Larger Map

Read more...

Sensasi Wedangan di Solo

Monday, May 9, 2011


Sala memang disesaki beragam orang dengan selera aneh-aneh. Jangankan bara arang dicelupin ke dalam seduhan kopi, bubuk coklat yang diseduh dengan air jahe plus tape beras pun lazim dipesan pengunjung wedangan­ –sebutan untuk kedai kakilima yang menjual aneka jenis minuman panas dan dingin.

Di Sala, kedai beginian populer disebut wedangan. Di tlatah Yogya, sebutannya lain lagi: angkringan atau warung koboi. Ciri khasnya sama, penjual menggunakan gerobak dorong. Sepertiga bagian digunakan untuk tungku penjerang air, sebagian lainnya untuk menggelar aneka penganan dan nasi bungkus yang mashur dengan sebutan sego kucing.

Wedangan Kemin
Umumnya, si penjual berposisi sebagai pusat. Ia dikelilingi pelanggan yang duduk di bangku panjang mengitari penjual pada dua atau tiga sisi gerobak yang berfungsi sebagai meja. Penjual, biasanya menyediakan sejumlah tikar, yang biasanya digelar di beberapa tempat di sekitarnya, sesuai selera pengunjung.

Bagi yang ingin mojok karena ingin melewati malam bersama kekasih atau atas dasar ingin menjaga privacy, mereka bia memilih tempat yang agak kiwa atau menjauh dari pusat.

Begitulah suasana wedangan. Orang datang dengan alasan dan agenda sendiri-sendiri. Transaksi jual-beli bisa dilakukan di tempat-tempat begini, pembicaraan politisi juga biasa dilangsungkan dalam suasana wedangan. Kadang, orang datang hanya sekadar mengisi perut lalu pulang. Ada pula yang betah tinggal semalaman, menenggak bergelas-gelas wedang.

Di antara ratusan tempat wedangan yang berserak di seluruh penjuru dan sudut-sudut kampung, Wedangan Kemin di belakang Monumen Pers adalah salah satu tempat favorit wedangan di Solo. Pak Yo, generasi kedua wedangan itu baru setahun ‘diusir’ (konon dengan kompensasi Rp 5 juta) dari tempat lamanya, di seberang monumen. Tempat lama yang telah dipakainya puluhan tahun, kabarnya akan disulap menjadi gedung perpustakaan, mungkin pula untuk rumah dinas Wakil Walikota.

Di Wedangan Kemin, teh kentalnya luar biasa. Coklat-jahe-tape-nya juga oke. Nasi oseng-osengnya juga lezat, lumayan pedas. Enak disantap dengan lauk kikil pilihan, apalagi dibakar terlebih dahulu. Di sinilah, teman atau relasi dari luar kota biasa saya bawa. Biasanya mereka bilang senang. Ada sensasi lain, katanya.

Kalau sudah lewat tengah malam dan agak sepi pengunjung, saya sering meminta Perry, ‘pilot’ becak yang kerap nyambi sebagai pramusaji, untuk memijat. Pulang nongkrong badan bugar. Bangun pun lebih segar. Hmmm…

Selain Wedangan Kemin atau Pak Yo, wedangan Mas Muji di Jl. Honggowongso, Tipes juga merupakan tempat favorit penggemar begadang. Hanya saja, saya kurang sreg karena terlalu ramai pengunjung.

Wedangan dengan sajian teh yang mantap juga bisa ditemukan di Jl. MT Haryono, tak jauh dari kantor PLN Gondang. Sego kucing-nya juga pulen. Enak. Oh ya, hampir lupa. Sego kucing adalah sebutan (tepatnya olok-olok) untuk nasi sekepal dengan sambal dan lauk sekerat ikan asin yang dibungkus. Mungkin pantasnya untuk ngasih makan kucing piaraan, kaleeee……

Jika Anda penikmat teh, Anda harus mengingat satu hal, terutama jika memilih tempat wedangan secara acak. Jangan lupa menyebutkan takaran gula dan tingkat kekentalannya. Kebanyakan penjual dikenal royal untuk urusan gula. Dua sendok makan adalah takaran standar, sehingga bila diaduk akan menonjolkan rasa manis berlebihan.

Kalau hanya memesan teh panas, bisa dipastikan kepada Anda akan disuguhkan teh manis, kecuali menyebutkan permintaan teh tawar (berkebalikan dengan di Jakarta atau Bandung, yang selalu diberikan teh tawar bila tak mengemukakan permintaan sejak awal).

Berbeda dengan kebanyakan warung di Jakarta yang maunya serba praktis dengan teh celup, kebanyakan penjaja di Sala memiliki ramuan berbeda-beda. Biasanya, dua atau lebih merek teh dicampurkan untuk membuat formula khusus. Karena itu, rasanya akan berbeda di setiap wedangan. Mungkin, itu pula yang membuat orang selalu kangen menyeruput wedang teh di luar rumah.

© Naskah dan foto oleh Blontank Poer (Jurnalis)

Read more...

[Senyum-ITB] Daftar peserta kunjungan ke Teknopark di Prambanan

Sunday, May 8, 2011

Daftar peserta kunjungan ke Teknopark di Prambanan




Rabu 25 Mei : Check-in hotel di Solo, naik andong keliling Solo, ke Sriwedari, wedangan dengan Mas Akbar
Kamis 26 Mei: Bersepeda pagi, berkunjung ke farm dengan Mas Akbar
Jumat 27 Mei: Acara utama berkunjung ke Teknopark di Prambanan, check-in hotel di Yogya
Sabtu 28 Mei: Acara bebas di Yogya dan kembali ke kota masing-masing


Berikut ini status daftar peserta. Tolong beritahu jika Anda belum terdaftar

DAFTAR
1. B. Antariksa (Erik) EL86
2. Tita Gayatri EL86
3. Setia Dewi EL08.
5. Imam Purnama TM83
6. dAs albantani ar95
7. Edy Gunawan EL88
8. Nandang Solihin KI86
9. Larasati TK85
10. Moko Darjatmoko SI70
11. Ardi Wirjolukito EL90
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

Read more...

  © Blogger template On The Road by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP